Warga Kokoh Menuntut, Bupati Hanya Singgah Lalu Pulang, Aslori Bungkam
Pantauan di lapangan, Bupati Kerinci Monadi sempat hadir sekitar sore hari didampingi Kapolres Kerinci dan Dandim 0417. Namun, tanpa memberikan keterangan, Bupati justru meninggalkan lokasi pada pukul 20.00 WIB dengan mobil patwal, meninggalkan tanda tanya besar di kalangan warga dan media.
Situasi di lokasi masih kondusif, namun massa memilih bertahan hingga ada sikap jelas dari pemerintah maupun pihak perusahaan. Ironisnya, hingga pukul 21.00 WIB, tak ada satu pun pernyataan resmi keluar dari PLTA maupun Pemkab Kerinci.
Baca juga :
Aksi Mass dilokasi PLTA Memanas
Kepala Divisi Humas PLTA, Aslori, yang terlihat beberapa kali di area proyek, tetap bungkam saat diminta keterangan.
Tokoh masyarakat, Pak Andi, menegaskan aksi tidak akan berhenti selama perusahaan masih memaksakan pengerjaan.
“Ini soal keberlangsungan hidup masyarakat. Sungai ini sumber penghidupan kami, jangan hanya diukur dengan kompensasi Rp 5 juta. Itu pun banyak warga terima karena terpaksa, ada tekanan pada keluarga yang bekerja di pemerintahan,” tegasnya.
Senada, Erniyati, warga lain yang ikut aksi, menyebut Sungai Batang Merangin sangat vital, bukan hanya sumber ikan tetapi juga pengairan sawah.
“Kami ingin pihak PLTA bicara langsung dengan masyarakat, bukan sekadar melalui perwakilan atau kepala desa,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya menghubungi Humas PLTA Aslori melalui WhatsApp tidak mendapat balasan.(qhy)