Pembangunan Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Ditargetkan Rampung Desember 2026, Solusi Cegah Risiko Banjir di Sungai Penuh dan Kerinci
suarakerinci.id,SUNGAIPENUH- Upaya pengendalian banjir di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci terus diperkuat melalui proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao yang saat ini tengah dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi melalui Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA).
Program strategis ini menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam mengurangi risiko banjir yang selama bertahun-tahun mengancam permukiman warga, lahan pertanian, serta infrastruktur di sepanjang aliran Sungai Batang Merao.
Berdasarkan hasil kajian teknis, kapasitas Sungai Batang Merao dinilai sudah tidak optimal dalam menampung debit air saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut diperparah oleh pendangkalan sungai akibat sedimentasi yang terus terjadi dari waktu ke waktu.
Selain sedimentasi, aktivitas penambangan liar di wilayah hulu sungai yang berada di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci juga disebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan daerah aliran sungai serta meningkatkan potensi banjir saat musim penghujan.
Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat di sejumlah wilayah Sungai Penuh dan Kerinci kerap menghadapi ancaman banjir akibat meluapnya Sungai Batang Merao. Kondisi ini tidak hanya merugikan warga secara ekonomi, tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari dan sektor pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.
Faktor utama yang menyebabkan berkurangnya daya tampung sungai antara lain:
Pendangkalan sungai akibat sedimentasi.
Erosi dan pengikisan tebing sungai.
Aktivitas penambangan liar di bagian hulu.
Tingginya debit air saat musim hujan.
Berkurangnya kapasitas alur sungai dalam mengalirkan air.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah melakukan penanganan melalui normalisasi sungai dan pembangunan tanggul di sejumlah titik rawan banjir.
Melalui proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Batang Merao, kapasitas alur sungai akan ditingkatkan sehingga mampu menampung debit air yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Pekerjaan yang dilakukan mencakup pengerukan sedimentasi, penataan alur sungai, pembangunan tanggul pengaman, hingga pembangunan saluran pendukung yang berfungsi meningkatkan tinggi jagaan sungai.
Selain itu, pembangunan infrastruktur pengendali banjir ini juga bertujuan mengurangi risiko pengikisan tebing sungai yang selama ini mengancam lahan warga dan fasilitas umum di sekitar bantaran sungai.
Dengan meningkatnya kapasitas sungai, diharapkan aliran air saat hujan deras dapat mengalir lebih lancar sehingga potensi genangan dan banjir dapat diminimalkan.
Proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao ditargetkan selesai sesuai kontrak pada 23 Desember 2026.
Apabila seluruh pekerjaan rampung sesuai jadwal, masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci diharapkan dapat merasakan manfaat langsung berupa berkurangnya risiko banjir, meningkatnya perlindungan terhadap permukiman dan lahan pertanian, serta terjaganya kelestarian kawasan sungai dalam jangka panjang.
Pembangunan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim dan meningkatnya curah hujan ekstrem di berbagai daerah.(qhy)
