Dihadiri Walikota Sungai Penuh dan Bupati Kerinci, Wisuda ke XII IAIN Kerinci Berlangsung Sukses
Sebanyak 538 mahasiswa resmi menyandang gelar sarjana pada momen bersejarah tersebut. Ribuan keluarga hadir memenuhi gedung acara, menciptakan atmosfer penuh kebanggaan dan harapan baru bagi generasi muda Jambi.
Wali Kota Sungai Penuh dan Bupati Kerinci memberikan apresiasi besar kepada seluruh civitas akademika. Keduanya menilai kampus ini telah menjadi motor penggerak pendidikan tinggi di wilayah Kerinci dan sekitarnya.
Rektor IAIN Kerinci, Jafar Ahmad, menyampaikan sambutan penuh optimisme. Ia menegaskan bahwa wisuda ini bukan hanya akhir perjalanan akademik, tetapi juga awal langkah baru bagi para lulusan.
Ia mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan studi dengan penuh perjuangan. Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua mahasiswa yang telah memberikan dukungan penuh selama masa pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak berdiri sendiri. Kampus, keluarga, dan pemerintah daerah berperan besar dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di dunia kerja maupun dunia akademik.
Dalam sambutan yang sama, Rektor Jafar Ahmad mengungkap perkembangan penting terkait rencana besar perubahan status kampus.
IAIN Kerinci saat ini tengah menjalani proses evaluasi di tingkat Kementerian Agama untuk bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Kerinci.
Ia menyampaikan optimisme kuat bahwa perubahan status tersebut dapat terwujud pada tahun 2027 atau paling lambat awal 2028.
“IAIN Kerinci masuk dalam lima besar dari lima belas institusi yang saat ini menjalani evaluasi. Kami terus mendorong percepatan proses ini bersama seluruh pihak,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga ikut memperkuat dukungan, termasuk Wali Kota Sungai Penuh, Bupati Kerinci, serta Pemerintah Provinsi Jambi.
Sinergi ini menunjukkan bahwa transformasi kampus bukan hanya agenda akademik, tetapi juga agenda pembangunan daerah.
Perubahan status menjadi UIN Kerinci tidak hanya meningkatkan reputasi kampus, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kehadiran universitas dengan status lebih tinggi akan menarik lebih banyak mahasiswa dari luar daerah. Dampaknya, sektor kos-kosan, transportasi, UMKM, hingga jasa kuliner akan mengalami peningkatan signifikan.
Selain itu, tenaga pendidik dan peneliti juga akan bertambah. Hal ini menciptakan ekosistem akademik yang lebih kuat di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.
Dengan demikian, transformasi ini membawa efek domino positif bagi pembangunan sumber daya manusia di Jambi.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengumumkan langkah strategis pengembangan akademik.
Tahun ini, IAIN Kerinci akan membuka program studi doktoral (S3) baru, yaitu Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperluas jenjang pendidikan tinggi di kampus tersebut.
Selain itu, pihak kampus juga telah mengusulkan pembukaan program magister (S2) baru. Beberapa di antaranya mencakup Bahasa Inggris dan Manajemen Bisnis Syariah (MBS).
Pengembangan ini memperkuat posisi IAIN Kerinci sebagai pusat pendidikan Islam modern yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kampus ini. Mereka menilai keberadaan perguruan tinggi di Kerinci telah memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kualitas SDM lokal.
Wali Kota Sungai Penuh menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan kampus harus terus diperkuat. Ia juga mendorong lulusan agar tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru.
Sementara itu, Bupati Kerinci menilai bahwa lulusan IAIN Kerinci harus menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
Sebanyak 538 lulusan yang diwisuda tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa harapan besar dari keluarga dan daerah.
Mereka berasal dari berbagai program studi dan siap memasuki dunia kerja, dunia usaha, hingga dunia akademik.
Momentum ini menandai lahirnya generasi baru yang siap bersaing secara nasional bahkan global.
Dengan rencana transformasi menjadi UIN, pembukaan program S3, serta penguatan kurikulum, kampus ini memperkuat daya saing di tingkat nasional dan internasional.
Strategi ini sejalan dengan kebutuhan global yang menuntut lulusan berkompetensi tinggi, adaptif, dan memiliki daya inovasi.
Wisuda ke XII IAIN Kerinci menjadi bukti nyata kemajuan pendidikan di Jambi.
Dengan dukungan pemerintah daerah seperti Wali Kota Sungai Penuh dan Bupati Kerinci, serta target besar menjadi UIN pada 2027–2028, masa depan pendidikan Kerinci terlihat semakin cerah.
Transformasi ini tidak hanya soal perubahan nama, tetapi juga peningkatan kualitas, reputasi, dan dampak nyata bagi masyarakat.(qhy)
