Sungai Penuh Punya Kekayaan Budaya! Disbudparpora Terus Dorong Puluhan Kesenian dan Kebudayaan Lokal Naik Kelas
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah agar semakin dikenal masyarakat luas.
Di bidang kebudayaan, Disbudparpora Kota Sungai Penuh aktif mengikuti sejumlah kegiatan dan pertunjukan seni. Di antaranya ajang Jambi Elok nian Kota Sungai Penuh dan Pusparagam Negeriku dengan membawa tim kesenian dari Sanggar Gong Buleuh.
Selain itu, Kota Sungai Penuh juga mengikuti lomba tari kreasi tingkat Provinsi Jambi. Melalui kolaborasi Sanggar Sko Art dan Sanggar Pandan Mangurai, perwakilan Kota Sungai Penuh berhasil meraih peringkat kedua tingkat Provinsi Jambi.
Kepala Bidang Kebudayaan Kota Sungai Penuh, Elia Gusniarti, membenarkan bahwa berbagai kegiatan tersebut diikuti sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan seni daerah.
"Kita ingin budaya Sungai Penuh dikenal khalayak ramai, baik itu tingkat Provinsi Jambi, nasional hingga internasional," ungkapnya.
Menurut Elia, promosi kebudayaan tidak hanya dilakukan melalui penampilan seni dalam berbagai perlombaan dan festival. Pihaknya juga terus berupaya memberikan perlindungan terhadap warisan budaya asli Sungai Penuh agar tetap terjaga dan memiliki pengakuan secara resmi.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni mendaftarkan sejumlah nama kebudayaan dan kesenian asli Kota Sungai Penuh melalui pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Terdapat 23 nama warisan budaya dan kesenian daerah yang didaftarkan, meliputi tradisi, alat musik, tarian, serta lagu-lagu daerah.
Adapun warisan budaya dan kesenian tersebut meliputi Lapik Pandan Koto Dian Rawang, alat musik Gong Buleuh, Tari Rangguk Kumun, Tari Iyo-Iyo, Kuluk Cincin Sungai Penuh, Tale Naik Haji, Lagu Rideak Rilea, Lagu Rangoak, Lagu Rindau Surang, Lagu Rentak Kudo, Lagu Rumoh Gadeang, Asayek Minta Obat, Lagu Yo Knek, Lagu Tileang Tileang, Lagu Sayang Ideak Sudah, Lagu Bujuot Pantun, Lagu Bigea Bigea, Lagu Malang Naseb, Lagu Marindau, Lagu Tumbuk Punano, Lagu Tale Malam, dan Lagu Tanjong Bajure.
"Dengan terdaftarnya Kekayaan Intelektual Komunal tersebut, tentunya memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap kebudayaan Sungai Penuh yang nantinya semakin dikenal masyarakat luas," sebutnya.
Sementara itu, Sekretaris Disbudparpora Kota Sungai Penuh, Leo Candra Gusnadi, mengatakan pengembangan kebudayaan daerah terus dilakukan melalui berbagai inovasi tanpa mengesampingkan nilai-nilai asli yang terkandung di dalamnya.
Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan upaya memperkenalkan kesenian daerah kepada generasi muda dan masyarakat luar. Dengan demikian, warisan budaya tidak hanya menjadi kebanggaan masa lalu, tetapi juga dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi daerah.
"Alhamdulillah sejauh ini, penampilan kebudayaan Sungai Penuh di berbagai event cukup dinanti. Ini salah satu nilai positif dalam mencapai kemajuan budaya Sungai Penuh, yang nantinya secara tidak langsung akan memberikan dampak pada peningkatan pendapatan Sungai Penuh," sebutnya.
Ia berharap semakin banyak kegiatan yang memberikan ruang bagi para pelaku seni, sanggar, dan generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan identitas budaya Kota Sungai Penuh.
Sementara itu, Kepala Disbudparpora Kota Sungai Penuh, Dedi Wahyudi, mengapresiasi kekompakan dan kerja sama seluruh jajaran di lingkungan dinas, khususnya bidang kebudayaan yang terus menunjukkan berbagai inovasi dalam menjalankan program pelestarian budaya daerah.
Ia berharap semangat tersebut dapat terus dipertahankan dan dikembangkan oleh seluruh bidang, sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal.
"Kita berharap semua bidang di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Sungai Penuh terus menunjukkan inovasi yang baik, dalam mencapai tujuan dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Alfin-Azhar, dalam memajukan daerah dari berbagai bidang termasuk pariwisata, kebudayaan, kepemudaan hingga olahraga," harapnya.
Dirinya juga berharap momentum Hari Ulang tahun Kota Sungai Penuh ini juga menjadi tolak ukur dalam upaya peningkatan Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga di Sungai Penuh makin baik lagi kedepannya.
Berbagai upaya tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap identitas, tradisi, dan kreativitas masyarakat.
Dengan semakin aktifnya promosi kebudayaan, perlindungan warisan budaya, serta keterlibatan para pelaku seni, Kota Sungai Penuh diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan budaya di Provinsi Jambi.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, sanggar seni, komunitas budaya, dan masyarakat diharapkan terus terbangun agar warisan leluhur tetap lestari, dikenal generasi mendatang, sekaligus menjadi potensi yang mendukung kemajuan pariwisata dan perekonomian Kota Sungai Penuh.(qhy)
