Breaking News

Hampir 2 Tahun Menjabat, Kinerja Enam Anggota DPRD Jambi Asal Kerinci-Sungai Penuh Dipertanyakan

suarakerinci.id, JAMBI- Hampir dua tahun menjalankan tugas sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Jambi, keberadaan enam anggota DPRD Provinsi Jambi dari daerah pemilihan Kerinci dan Sungai Penuh mulai dipertanyakan masyarakat.

Keenam anggota legislatif tersebut yakni Afuan Yuza Putra dari PAN, Rucita Arfiansa dari PDI Perjuangan, Edminuddin dari Gerindra, Arwiyanto dari PKB, Darmaiyansah dari Demokrat, dan Amrizal dari Golkar.

Sejumlah masyarakat menilai keenam wakil rakyat tersebut masih minim terlihat di tengah masyarakat. Aktivitas turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh juga dinilai belum dirasakan secara nyata.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga bahkan mengaku tidak lagi mengenal siapa saja anggota DPRD Provinsi Jambi yang saat ini mewakili mereka.

“Kita belum merasakan punya anggota DPRD di provinsi Jambi, entah masih menjabat atau tidak,” ungkap Amin, salah seorang warga.

Menurut Amin, kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat. Ia menilai kehadiran wakil rakyat semestinya tidak hanya terlihat ketika memasuki momentum politik atau menjelang pemilihan legislatif.

“Mereka sibuk pas mau mencalonkan diri saja, setelahnya kenal kita pun tidak,” sebutnya.

Warga Pertanyakan Fungsi Wakil Rakyat

Amin berharap para anggota DPRD Provinsi Jambi yang berasal dari daerah pemilihan Kerinci dan Sungai Penuh dapat lebih sering turun ke lapangan.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan wakil yang mampu mendengar langsung persoalan yang mereka hadapi, kemudian memperjuangkannya melalui lembaga legislatif di tingkat provinsi.

Ia menilai, masyarakat seharusnya dapat mengetahui apa saja yang telah diperjuangkan para wakilnya, terutama terkait pembangunan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga berbagai persoalan sosial yang terjadi di Kerinci dan Sungai Penuh.

Kekecewaan masyarakat tersebut, lanjut Amin, bukan semata-mata soal sering atau tidaknya anggota DPRD terlihat di daerah. Namun, masyarakat juga membutuhkan bukti nyata mengenai fungsi representasi mereka sebagai wakil rakyat.

Dinilai Kehilangan Nilai di Tengah Masyarakat

Pemerhati politik Kerinci dan Sungai Penuh, Yudi, membenarkan adanya anggapan tersebut di tengah masyarakat.

Ia menilai keberadaan enam anggota DPRD Provinsi Jambi yang menjadi wakil Kerinci dan Sungai Penuh saat ini mulai kehilangan nilai di mata sebagian masyarakat.

“Kalau tidak percaya, coba saja tanya anak SMA, siapa anggota DPRD Provinsi Jambi asal Kerinci dan Sungai Penuh. Saya yakin sebagian besar tidak kenal,” sebut Yudi.

Menurutnya, tingkat pengenalan masyarakat terhadap wakil rakyat menjadi salah satu indikator sederhana untuk melihat seberapa dekat seorang anggota legislatif dengan konstituennya.

Yudi mengatakan, kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi dari Kerinci dan Sungai Penuh pada periode sebelumnya yang dinilainya relatif lebih aktif berkomunikasi dan berada di tengah masyarakat.

“Kondisi ini berbanding terbalik dengan anggota DPRD Provinsi Jambi yang ada sebelumnya yang dikenal sedikit lebih aktif dari anggota DPRD Provinsi Jambi asal Kerinci dan Sungai Penuh saat ini,” jelasnya.

Lebih jauh, Yudi memprediksi keenam anggota DPRD Provinsi Jambi tersebut akan menghadapi tantangan berat apabila kembali mencalonkan diri pada Pemilu berikutnya.

Menurut dia, masyarakat akan mempertimbangkan rekam jejak dan kontribusi para calon legislatif selama menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.

“Saya bisa memprediksikan, jika hari ini keenam anggota DPRD Provinsi Jambi asal Kerinci dan Sungai Penuh tersebut mencalonkan diri kembali, pasti tidak akan duduk lagi. Karena apa, karena belum berbuat bagi masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, penilaian tersebut merupakan pandangan dari masyarakat dan pemerhati politik. Kinerja setiap anggota DPRD tentu perlu dilihat secara objektif berdasarkan aktivitas kedewanan, perjuangan anggaran, penyampaian aspirasi, kunjungan kerja, serta program yang telah diperjuangkan untuk daerah pemilihannya.

Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh pada dasarnya berharap enam wakil mereka di DPRD Provinsi Jambi dapat memperkuat komunikasi dengan konstituen.

Kehadiran anggota legislatif di tengah masyarakat dinilai penting agar berbagai persoalan di daerah dapat diketahui secara langsung dan diperjuangkan melalui kebijakan pemerintah provinsi.

Apalagi, Kerinci dan Sungai Penuh masih menghadapi berbagai persoalan pembangunan yang membutuhkan perhatian dan pengawalan di tingkat provinsi.

Karena itu, masyarakat kini menunggu sejauh mana enam anggota DPRD Provinsi Jambi tersebut mampu menunjukkan kinerja dan memperlihatkan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat yang mereka wakili.

Bagi warga, menjadi wakil rakyat bukan hanya soal mendapatkan kursi di parlemen, tetapi juga tentang bagaimana memperjuangkan aspirasi masyarakat selama masa jabatan berlangsung.(qhy)