Lega! Pelanggan Kembali Nikmati Air Bersih, Warga Apresiasi Kinerja Perumda Tirta Sakti Kerinci
Kembalinya aliran air bersih tersebut langsung disambut gembira masyarakat, terutama pelanggan yang tinggal di Kecamatan Tanah Cogok (Tanco), Sitinjau Laut, dan Danau Kerinci Barat.
Sebelumnya, gangguan distribusi air membuat masyarakat harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Mulai dari kebutuhan memasak, mandi, mencuci pakaian hingga berbagai aktivitas sehari-hari lainnya.
Kini, setelah pihak Perumda Tirta Sakti menyelesaikan tahapan perbaikan mesin pompa di Intake Koto Petai, masyarakat mulai kembali menikmati aliran air bersih melalui jaringan perpipaan PDAM.
Kondisi ini tentu membawa kelegaan bagi pelanggan yang selama beberapa hari terakhir menantikan kepastian normalisasi pelayanan air bersih.
Salah seorang pelanggan Perumda Tirta Sakti asal Desa Sebukar, Romi, menyambut baik kabar kembali mengalirnya air bersih ke rumah pelanggan, khususnya masyarakat di wilayah Tanco dan sekitarnya.
Menurut Romi, kembalinya distribusi air PDAM menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi masyarakat. Sebab, selama gangguan berlangsung, pelanggan harus menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Ia menilai upaya manajemen Perumda Tirta Sakti Kerinci dalam menangani kerusakan mesin pompa di Intake Koto Petai patut mendapatkan apresiasi.
"Kita juga berterima kasih kepada Perumda Tirta Sakti Kerinci yang telah berusaha keras dalam memperbaiki Intake Koto Petai, dan membantu air bersih bagi pelanggan selama ini, termasuk pihak kepolisian dan TNI Kerinci yang ikut membantu menyalurkan air bersih ke warga," sebutnya.
Romi mengatakan, bantuan distribusi air bersih dari berbagai pihak sangat membantu masyarakat ketika aliran PDAM belum kembali normal.
Menurutnya, kepedulian Perumda Tirta Sakti bersama jajaran kepolisian dan TNI menunjukkan pentingnya kerja sama dalam menghadapi persoalan pelayanan dasar masyarakat.
Ia berharap kembalinya aliran air bersih dapat mengakhiri kesulitan yang selama ini pelanggan rasakan.
Selain itu, Romi juga berharap manajemen PDAM terus meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat dapat menikmati pasokan air secara lancar dan berkelanjutan.
Sebelum kabar pemulihan distribusi muncul, pelanggan di tiga kecamatan harus menghadapi gangguan pasokan air yang cukup panjang.
Kerusakan dua mesin pompa di IPA Koto Petai menjadi penyebab utama terganggunya distribusi air Perumda Tirta Sakti Kerinci.
Situasi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Pasalnya, air bersih menjadi kebutuhan utama setiap rumah tangga dan masyarakat sangat bergantung pada kelancaran distribusi PDAM.
Pada Jumat siang, sejumlah pelanggan mulai melihat perubahan. Salah seorang warga Tanco, Beni, mengaku melihat air kembali mengalir ke bak penampungan rumahnya sekitar pukul 14.15 WIB.
"Alhamdulillah, tadi sekitar jam 14.15 WIB saya lihat air sudah mulai mengalir ke dalam bak kamar mandi," ungkap Beni.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Perumda Tirta Sakti yang terus melakukan upaya perbaikan mesin pompa agar pelayanan air bersih kembali berjalan.
Beni berharap manajemen PDAM dapat mengambil langkah antisipasi sehingga persoalan serupa tidak kembali mengganggu kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Tirta Sakti Kerinci, Maya Novefri Handayani, membenarkan bahwa aliran air ke rumah pelanggan mulai kembali normal pada Jumat (6/11/2026).
Maya menyampaikan rasa syukur atas perkembangan tersebut. Ia juga menegaskan komitmen manajemen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Kerinci.
"Ya, Alhamdulillah, hari ini air sudah mulai kembali normal ke rumah pelanggan, kami akan terus meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Kerinci," ujar Maya.
Pernyataan tersebut membawa harapan baru bagi pelanggan yang selama hampir dua pekan menghadapi gangguan pasokan air.
Namun, manajemen Perumda Tirta Sakti tetap perlu memastikan kelancaran distribusi hingga seluruh wilayah pelayanan kembali menikmati pasokan air secara optimal.
Sebab, keberhasilan memperbaiki mesin pompa tidak hanya harus terlihat dari kembali beroperasinya instalasi, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga kestabilan pasokan hingga ke rumah pelanggan.
Kembalinya aliran air bersih juga menjadi momentum bagi Perumda Tirta Sakti untuk memperkuat pelayanan kepada pelanggan.
Masyarakat berharap perusahaan daerah tersebut meningkatkan pemeliharaan mesin pompa, instalasi pengambilan air, serta jaringan distribusi agar mampu mengantisipasi gangguan teknis pada masa mendatang.
Selain itu, pelanggan juga mengharapkan manajemen PDAM menyampaikan informasi secara terbuka apabila terjadi gangguan pelayanan. Dengan begitu, masyarakat memperoleh kepastian mengenai penyebab masalah, langkah penanganan, dan perkiraan waktu pemulihan.
Selama gangguan berlangsung, bantuan pengiriman air bersih dari Perumda Tirta Sakti, kepolisian, dan TNI turut membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan krisis pasokan air, terutama bagi pelanggan yang belum bisa mengandalkan jaringan perpipaan.
Romi, pelanggan asal Desa Sebukar, berharap kerja sama dan kepedulian berbagai pihak tetap terjaga demi kepentingan masyarakat luas.
Ia juga berharap Perumda Tirta Sakti menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan keandalan pelayanan.
Bagi masyarakat, ketersediaan air bersih bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan kebutuhan mendasar yang menunjang kesehatan, kebersihan, dan aktivitas keluarga.
Dengan mulai normalnya aliran air dari Intake Koto Petai, pelanggan di wilayah Tanco dan sekitarnya kini menaruh harapan besar terhadap keberlanjutan pelayanan Perumda Tirta Sakti Kerinci.
Masyarakat tentu berharap kabar baik ini tidak hanya berlangsung sementara, tetapi menjadi awal dari pelayanan air bersih yang lebih baik, stabil, dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan setiap hari.(qhy)
