HUT Sungai Penuh ke 18, 23 Capaian Alfin-Azhar di Sungai Penuh: Ekonomi Tumbuh 4,39 Persen
suarakerinci.id, SUNGAIPENUH- Pemerintah Kota Sungai Penuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Alfin, S.H. dan Wakil Wali Kota Azhar Hamzah memaparkan sejumlah capaian pembangunan di berbagai sektor. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi kinerja pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan Kota Sungai Penuh agar semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui semangat Kerja Serius dan Ketulusan, Bergerak Membangun Kota Sungai Penuh, pasangan Alfin-Azhar terus mendorong program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Salah satu capaian yang menjadi perhatian yakni pertumbuhan ekonomi Kota Sungai Penuh yang mencapai 4,39 persen pada 2025. Angka tersebut sejalan dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai Rp11,07 triliun.
Selain itu, PDRB per kapita juga menunjukkan peningkatan signifikan. Jika pada 2020 angkanya berada di posisi Rp78,55 juta, pada 2025 nilainya meningkat menjadi Rp108,71 juta.
Peningkatan tersebut menunjukkan perkembangan aktivitas ekonomi daerah sekaligus menjadi salah satu indikator yang menggambarkan perubahan kondisi perekonomian masyarakat.
Kemiskinan Turun, Indikator Kesejahteraan Meningkat
Di sektor kesejahteraan sosial, Pemerintah Kota Sungai Penuh mencatat penurunan angka kemiskinan dari 3,23 persen pada 2025 menjadi 3,05 persen pada 2026.
Penurunan tersebut setara dengan berkurangnya sekitar 160 penduduk dalam kategori miskin. Sementara itu, rasio Gini tercatat sebesar 0,33 yang menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan relatif rendah.
Tidak hanya itu, indikator ketenagakerjaan juga memperlihatkan perkembangan positif.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Sungai Penuh tercatat sebesar 4,09 persen. Angka tersebut berada di bawah tingkat pengangguran Provinsi Jambi dan nasional.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 78,89 dan masuk kategori tinggi.
Capaian tersebut menjadi indikator penting dalam mengukur perkembangan kualitas hidup masyarakat, terutama dari aspek pendidikan, kesehatan, dan standar hidup.
Reformasi Birokrasi dan Pengelolaan Keuangan Daerah
Dalam bidang tata kelola pemerintahan, Pemkot Sungai Penuh juga mencatat peningkatan nilai reformasi birokrasi.
Pemerintah daerah berhasil meraih predikat B, setelah sebelumnya memperoleh predikat C. Peningkatan ini mencerminkan upaya pemerintah dalam memperbaiki sistem administrasi, tata kelola organisasi, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi pengelolaan keuangan, Kota Sungai Penuh kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2025.
Dengan capaian tersebut, Kota Sungai Penuh berhasil mempertahankan opini WTP selama 14 kali berturut-turut.
Prestasi ini menjadi salah satu indikator konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan.
Pembangunan Pasar, Jalan, dan Normalisasi Sungai
Pembangunan infrastruktur juga menjadi salah satu perhatian utama kepemimpinan Alfin-Azhar.
Salah satu proyek yang terus berjalan yakni pembangunan Pasar Sungai Penuh dengan anggaran sekitar Rp51,5 miliar. Pemerintah menargetkan proyek tersebut rampung pada akhir 2026.
Pembangunan pasar diharapkan mampu memberikan fasilitas perdagangan yang lebih representatif, meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain pasar, pemerintah juga mengalokasikan anggaran Rp51,3 miliar untuk pembangunan jalan. Program tersebut bertujuan meningkatkan kemantapan jalan kota sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.
Di bidang pengendalian banjir dan infrastruktur sumber daya air, Pemkot Sungai Penuh menjalin kerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V dan Kementerian PUPR melalui program normalisasi sungai.
Program tersebut memiliki total anggaran sekitar Rp23,9 miliar.
Normalisasi sungai menjadi langkah penting untuk menjaga kapasitas aliran air, mengurangi risiko luapan sungai, serta melindungi kawasan permukiman masyarakat dari ancaman banjir.
IPA Rawang dan Ketahanan Pangan Jadi Perhatian
Sektor pelayanan air bersih juga masuk dalam agenda pembangunan pemerintah daerah.
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 50 liter per detik di Kecamatan Hamparan Rawang ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan air bersih dan memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, dalam sektor pertanian, Pemkot Sungai Penuh terus mendorong optimalisasi lahan rawa atau Oplah seluas 2.087,7 hektare atau sekitar 77 persen dari target yang tercantum dalam capaian program.
Pemerintah juga menerima dukungan alat dan mesin pertanian (Alsintan) serta program P3-TGAI sebanyak 10 titik.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan memberikan dukungan kepada petani dalam mengembangkan usaha pertanian.
Program Bedah Rumah dan Peningkatan Layanan Kesehatan
Di bidang perumahan, program bedah rumah menunjukkan perkembangan dengan jumlah 181 unit pada 2025 dan meningkat menjadi 671 unit pada 2026.
Program tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan hunian lebih layak, terutama keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Selanjutnya, pemerintah juga mendorong peningkatan fasilitas kesehatan melalui pembangunan dan pengembangan berbagai sarana medis.
Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian antara lain Intensive Care Unit (ICU), layanan KJSU, CT Scan, serta sejumlah fasilitas kesehatan lainnya.
Peningkatan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pelayanan kesehatan daerah sehingga masyarakat memiliki akses lebih baik terhadap layanan medis.
Pendidikan: Revitalisasi Sekolah hingga Ribuan Beasiswa
Pendidikan menjadi salah satu sektor yang memperoleh perhatian dalam program pembangunan Alfin-Azhar.
Pada 2026, sebanyak 28 unit sekolah mendapatkan program revitalisasi melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain pembangunan fasilitas pendidikan, pemerintah juga mencatat program Beasiswa Juara bagi 2.274 pelajar, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Pemkot Sungai Penuh turut mengembangkan program beasiswa prestasi, tahfidz, serta bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Tidak berhenti di situ, pemerintah juga menyediakan 5.010 seragam sekolah gratis bagi siswa baru.
Program tersebut diharapkan membantu meringankan pengeluaran keluarga sekaligus memberikan kesempatan lebih luas kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan.
Di bidang prestasi pendidikan, Kota Sungai Penuh juga mencatat sejumlah penghargaan. Salah satunya penghargaan tingkat regional Sumatera dalam kategori akses pendidikan.
Inovasi 3S, UMKM, dan Penguatan Ekonomi Masyarakat
Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga mendorong inovasi yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu program yang menarik perhatian yakni inovasi 3S atau Segenggam Beras, Sebutir Telur, dan Seribu Rupiah.
Program tersebut menggambarkan pendekatan pemerintah dalam menggerakkan kepedulian sosial dan partisipasi masyarakat.
Di sektor ekonomi kerakyatan, Pemkot Sungai Penuh juga memberikan perhatian terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tercatat sebanyak 3.114 fasilitas perizinan usaha dan pembinaan penanaman modal mendukung pengembangan pelaku usaha.
Melalui kemudahan perizinan dan pembinaan, pemerintah berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperluas peluang pasar.
Sejumlah Penghargaan Tingkat Nasional dan Regional
Selain indikator pembangunan, Kota Sungai Penuh juga mencatat sejumlah prestasi dan penghargaan.
Di bidang pendidikan, pemerintah memperoleh penghargaan atas akses pendidikan tingkat regional Sumatera.
Kemudian, Kota Sungai Penuh juga meraih penghargaan prestisius sebagai juara dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan stunting tingkat Sumatera.
Sementara itu, Alfin juga memperoleh pengakuan melalui kategori inovasi daerah dalam ajang Pemimpin Daerah Award dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Berbagai penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap program dan inovasi pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan.
Alfin: Pembangunan Harus Memberikan Manfaat Nyata
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menjelaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu memperkuat ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses kesehatan, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.
Capaian penghargaan di tingkat regional maupun nasional juga menjadi dorongan bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan inovasi.
Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah berupaya menjaga keberlanjutan berbagai program pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.
Ke depan, tantangan pembangunan masih membutuhkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Karena itu, Pemkot Sungai Penuh perlu menjaga konsistensi pelaksanaan program, memastikan anggaran tepat sasaran, serta mengukur dampak pembangunan terhadap kehidupan masyarakat.
Melalui semangat kerja serius dan ketulusan hati, kepemimpinan Alfin-Azhar diharapkan mampu membawa Kota Sungai Penuh semakin maju, sejahtera, dan memiliki daya saing di tingkat regional maupun nasional.(qhy)
