HUT ke-18 Kota Sungai Penuh, Alfin Beberkan Capaian Pembangunan dan Tegaskan Komitmen Membangun Daerah
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Sungai Penuh dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kota Sungai Penuh, Minggu (8/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Alfin hadir didampingi Wakil Wali Kota Azhar Hamzah dan Sekretaris Daerah Alpian. Rapat paripurna berlangsung khidmat dengan mengangkat tema “Inovasi Bergerak, Pembangunan Berdampak, Sungai Penuh Juara”.
Sidang dipimpin Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, S.E., M.M., serta dihadiri Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Ketua TP PKK Provinsi Jambi, unsur DPRD Provinsi Jambi, para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi, pimpinan DPRD kabupaten/kota, Forkopimda, kepala OPD, pimpinan BUMN dan BUMD, akademisi, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa mengajak seluruh masyarakat dan tamu undangan mengenang perjalanan sejarah terbentuknya Kota Sungai Penuh.
Ia menjelaskan, Kota Sungai Penuh dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Sungai Penuh di Provinsi Jambi. Undang-undang tersebut disahkan pada 21 Juli 2008 dan Kota Sungai Penuh secara resmi diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto pada 8 November 2008.
Menurutnya, selama 18 tahun perjalanan pembangunan, Kota Sungai Penuh telah menunjukkan berbagai kemajuan. Sejumlah prestasi di tingkat provinsi maupun nasional menjadi bukti kerja sama pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Alfin dalam pidatonya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir serta memberikan dukungan terhadap pembangunan Kota Sungai Penuh.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kota Sungai Penuh, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Gubernur Jambi beserta seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu hadir di Kota Sungai Penuh, negeri di Puncak Andalas, di lingkung Bukit Barisan, Bumi Sahalun Suhak Salatuh Bedil,” ujar Alfin.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Sungai Penuh atas terselenggaranya rapat paripurna dalam rangka memperingati hari jadi daerah tersebut.
Alfin menegaskan, usia 18 tahun bukan sekadar penanda bertambahnya usia sebuah daerah, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus menentukan langkah ke depan.
“Hari ini, tepat 8 November 2026, Kota Sungai Penuh genap berusia 18 tahun. Bagi kami, Sungai Penuh bukan hanya sekadar kota, tetapi rumah bersama, tempat setiap orang merasa aman, diterima, dan memiliki kesempatan hidup yang lebih baik, sejahtera, serta bermartabat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Alfin memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi Kota Sungai Penuh sepanjang 2025 tercatat sebesar 4,39 persen, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp11,07 triliun.
Tidak hanya itu, PDRB per kapita masyarakat juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Jika pada 2020 berada di angka Rp78,53 juta, pada 2025 meningkat menjadi Rp108,71 juta.
Dari sisi kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan juga berhasil ditekan dari 3,23 persen pada 2025 menjadi 3,05 persen pada 2026. Penurunan tersebut setara dengan berkurangnya sekitar 160 jiwa penduduk miskin.
Atas capaian tersebut, Kota Sungai Penuh berhasil meraih Juara I Regional Sumatera dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting dari Kementerian Dalam Negeri.
Sementara itu, rasio gini tercatat sebesar 0,33, tingkat pengangguran terbuka berada pada angka 4,09 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 78,89. Capaian IPM tersebut berada di atas rata-rata Provinsi Jambi maupun nasional.
Di bidang pemerintahan, Alfin menyebutkan bahwa Pemkot Sungai Penuh terus melakukan pembenahan tata kelola birokrasi. Hal itu terlihat dari peningkatan nilai Reformasi Birokrasi yang sebelumnya berada pada kategori C menjadi kategori B.
Selain itu, Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Dengan capaian terbaru tersebut, Kota Sungai Penuh telah mengantongi opini WTP sebanyak 14 kali secara keseluruhan.
Pada sektor infrastruktur, sejumlah proyek strategis juga terus dikebut untuk mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan Pasar Sungai Penuh di kawasan eks Pasar Beringin dengan nilai anggaran mencapai Rp51,5 miliar. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Pemerintah daerah juga membangun Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) Hamparan Rawang berkapasitas 50 liter per detik yang direncanakan mulai beroperasi pada awal 2027. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan dan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Selain itu, pembangunan dan peningkatan jalan dengan anggaran Rp51,3 miliar, normalisasi sungai senilai Rp23,9 miliar, serta peningkatan jaringan irigasi terus dilaksanakan untuk memperkuat konektivitas wilayah, mengurangi risiko banjir, dan mendukung produktivitas sektor pertanian.
Di bidang pendidikan, Pemkot Sungai Penuh juga mencatat sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sepanjang program pembangunan yang dipaparkan, pemerintah telah merehabilitasi 28 sekolah, menyalurkan 2.274 beasiswa Juara, serta membagikan 5.010 seragam sekolah gratis kepada peserta didik baru.
Sektor kesehatan juga menjadi perhatian pemerintah daerah melalui pembangunan dan peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan agar masyarakat memperoleh akses layanan yang lebih baik.
Sementara itu, dalam upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, program bedah rumah terus dilaksanakan. Pada 2025 tercatat sebanyak 181 unit rumah mendapatkan bantuan perbaikan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 671 unit pada 2026 melalui dukungan APBN, APBD, dan Pemerintah Provinsi Jambi.
Alfin turut menyoroti keberhasilan Program 3S (Segenggam Beras, Sebutir Telur, Seribu Rupiah), sebuah inovasi sosial yang digagas Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh.
Program tersebut telah membantu lebih dari 500 keluarga kurang mampu, balita stunting, ibu hamil berisiko, lanjut usia, hingga masyarakat yang menjadi korban bencana.
Menurut Alfin, keberadaan program tersebut membuktikan bahwa inovasi pembangunan tidak selalu harus diwujudkan melalui proyek fisik berskala besar. Kepedulian dan keterlibatan masyarakat juga dapat memberikan dampak nyata bagi kelompok yang membutuhkan.
Keberhasilan Program 3S turut mengantarkan Kota Sungai Penuh meraih Pemimpin Daerah Award kategori Inovasi Daerah. Bahkan, inovasi tersebut menjadi perhatian BPK RI melalui artikel yang mengangkat keberhasilan penanganan stunting di Kota Sungai Penuh.
Pada momentum peringatan HUT ke-18 ini, Alfin juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jambi Al Haris dan Bupati Kerinci Monadi atas dukungan dan sinergi dalam proses penyerahan aset Kincai Plaza.
Menurutnya, realisasi penyerahan aset tersebut menjadi salah satu kabar penting yang mewarnai peringatan hari jadi Kota Sungai Penuh tahun ini.
Meski demikian, Alfin mengakui bahwa tantangan pembangunan ke depan tidak semakin ringan. Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat turut berdampak terhadap keterbatasan ruang fiskal daerah.
Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk semakin cermat dalam menentukan prioritas pembangunan, memperkuat kolaborasi, serta memastikan setiap program memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Namun, ia menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan semangat membangun daerah.
“Kita tidak boleh menyerah pada keadaan. Selama niat tulus tetap terjaga dan semangat kebersamaan terus menyala, akan selalu ada jalan untuk mewujudkan visi dan misi membangun Kota Sungai Penuh yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tegasnya.
Alfin juga mengajak seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, hingga generasi muda untuk terus menjaga kebersamaan dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang diselesaikan atau besarnya anggaran yang dibelanjakan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
Peringatan HUT ke-18 Kota Sungai Penuh pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam melanjutkan pembangunan.
Dengan mengusung semangat inovasi dan pembangunan yang berdampak, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap berbagai capaian yang telah diraih dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan daerah yang semakin maju, masyarakat yang semakin sejahtera, serta pelayanan publik yang semakin berkualitas.
