Proyek Misterius di Tarutung Kerinci Disorot, Tak Terpasang Papan Informasi dan Peruntukan Bangunan Dipertanyakan
Bangunan yang dikerjakan di lahan sawah milik warga itu juga dinilai menimbulkan tanda tanya. Dari bentuk fisiknya, bangunan tersebut menyerupai konstruksi saluran air atau drainase, namun fungsi sebenarnya belum diketahui secara pasti.
Desa Tarutung merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci. Data BPS mencatat Terutung sebagai salah satu desa di kecamatan tersebut.
Seorang aktivis Kerinci, Yudi, membenarkan adanya pembangunan tersebut. Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai pekerjaan yang sedang dilaksanakan, terlebih pembangunan berada di kawasan persawahan warga.
“Tidak jelas, apakah ini drainase atau apa. Tingginya hanya setinggi betis remaja. Sumber dananya juga tidak jelas,” ungkap Yudi.
Menurut Yudi, salah satu yang menjadi perhatian adalah tidak terlihatnya papan informasi yang biasanya memuat keterangan mengenai sebuah pekerjaan pembangunan.
Papan informasi penting bagi masyarakat untuk mengetahui setidaknya nama kegiatan, instansi pelaksana, nilai anggaran, sumber dana, volume pekerjaan, hingga waktu pelaksanaan.
Tanpa informasi tersebut, masyarakat dinilai sulit melakukan pengawasan terhadap pembangunan yang berada di lingkungan mereka.
“Kalau memang proyek pemerintah, seharusnya informasi pekerjaannya bisa diketahui masyarakat. Jangan sampai masyarakat hanya melihat bangunan berdiri tanpa mengetahui proyek apa dan anggarannya dari mana,” ujarnya.
Selain persoalan papan informasi, lokasi pembangunan juga menjadi perhatian karena berada di kawasan persawahan dengan ukuran lahan yang relatif kecil milik warga.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mempertanyakan tujuan pembangunan serta manfaat konstruksi tersebut terhadap sistem pengairan persawahan.
Apabila bangunan tersebut memang merupakan saluran drainase atau irigasi, masyarakat tentunya berharap keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan tidak justru mengganggu aktivitas pengelolaan lahan.
Terlebih, kawasan persawahan membutuhkan sistem pengairan dan pembuangan air yang jelas agar kegiatan pertanian dapat berjalan dengan baik.
Yudi berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proyek tersebut. Menurutnya, klarifikasi diperlukan agar tidak muncul berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Kejelasan itu, kata dia, meliputi jenis pekerjaan, tujuan pembangunan, sumber anggaran, pelaksana kegiatan, serta besaran anggaran yang digunakan.
“Yang dipertanyakan bukan hanya bentuk bangunannya, tetapi juga transparansi pekerjaannya. Masyarakat berhak mengetahui proyek yang berada di wilayah mereka,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pemerintah desa, pemerintah Kecamatan Batang Merangin maupun instansi teknis terkait mengenai pembangunan tersebut.
Karena itu, dugaan mengenai sumber dana maupun peruntukan bangunan belum dapat dipastikan. Diperlukan klarifikasi dari pihak yang berwenang agar informasi yang beredar di masyarakat tidak berkembang menjadi kesimpulan sepihak.
Pemerintah daerah dan pihak pelaksana pekerjaan diharapkan dapat menjelaskan secara terbuka identitas serta tujuan pembangunan tersebut.(*)
