Diduga Tak Tepat Sasaran, Alokasi Puluhan Paket P3-TGAI di Kerinci Disorot, Petani Minta BWSS VI Evaluasi
KERINCI,JS- Alokasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Kerinci menjadi sorotan. Sejumlah petani dan aktivis mempertanyakan pemerataan penyaluran program yang dibiayai pemerintah tersebut karena dinilai tidak sejalan dengan kondisi lahan pertanian di daerah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat 86 paket P3-TGAI yang dialokasikan melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI di Kabupaten Kerinci. Setiap paket disebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp196 juta.
Namun, muncul keluhan dari sejumlah petani yang menilai penentuan lokasi program belum mencerminkan kebutuhan riil di lapangan. Mereka menyebut sebagian besar paket justru terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Siulak hingga Kayu Aro.
Padahal, lahan pertanian yang cukup luas di Kabupaten Kerinci tersebar di sejumlah kecamatan seperti Depati Tujuh, Air Hangat Timur, Keliling Danau, Danau Kerinci Barat, Danau Kerinci, Batang Merangin, Gunung Raya, Bukit Kerman, Sitinjau Laut, hingga Tanah Cogok (Tanco).
Salah seorang petani Kerinci, Ardi, mengaku heran dengan pola distribusi program tersebut. Menurutnya, informasi yang beredar menyebut sekitar 70 dari 86 paket P3-TGAI dialokasikan di wilayah Siulak hingga Kayu Aro. "Di daerah Siulak sampai Kayu Aro informasinya ada sekitar 70 paket, padahal lahan pertaniannya tidak seberapa," ujar Ardi.
Menurutnya, program P3-TGAI seharusnya diprioritaskan pada daerah yang memiliki kebutuhan jaringan irigasi paling besar sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh para petani. Sorotan serupa juga disampaikan oleh salah seorang aktivis Kerinci, Soni. Ia menilai BWSS VI perlu melakukan evaluasi terhadap proses penentuan lokasi penerima program.
Menurut Soni, jika benar sebagian besar paket terkonsentrasi pada wilayah tertentu, maka dikhawatirkan tidak mencerminkan asas pemerataan maupun kebutuhan masyarakat.
"Soal penentuan lokasi bagaimana ceritanya ini. Jika kondisinya seperti ini tidak menutup kemungkinan lokasi paket P3-TGAI di Kerinci bisa menumpuk di satu lokasi," katanya.
Ia meminta BWSS VI turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi terhadap lokasi penerima program serta memastikan data kelompok tani yang diusulkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
"Ini sudah jadi pengalaman, seperti tahun sebelumnya. Ada sejumlah lokasi P3-TGAI menumpuk di satu kecamatan tanpa peduli asas manfaat. Bahkan data kelompok taninya tidak jelas," tegasnya.
Para petani berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap alokasi program P3A agar anggaran yang digelontorkan benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Kerinci.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BWSS VI Sumatera belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan mengenai dugaan ketimpangan alokasi paket P3-TGAI di Kabupaten Kerinci. Media ini masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi sehingga pemberitaan tetap berimbang sesuai prinsip jurnalistik.(qhy)
