Gandeng IAIN Kerinci, Yayasan Sahabat Literasi Bangsa Siapkan Program Diklat Berdaya Saing
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Rektorat IAIN Kerinci itu dihadiri langsung oleh Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad beserta jajaran wakil rektor dan pimpinan kampus. Sementara dari pihak yayasan hadir Founder Yayasan Sahabat Literasi Bangsa, Listri Misi, bersama pelaksana harian yayasan.
Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan program pendidikan dan pelatihan (diklat) yang bertujuan memperkuat kompetensi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di tengah tantangan era digital saat ini.
Program yang disiapkan meliputi peningkatan kapasitas kepala perpustakaan sekolah, pengelola laboratorium Pendidikan Agama Islam (PAI), laboratorium IPA, hingga penguatan kompetensi guru dan tenaga pendidik lainnya.
Founder Yayasan Sahabat Literasi Bangsa, Listri Misi, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menghadirkan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan modern.
Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga pendidik tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan tinggi dan organisasi masyarakat.
“Melalui sinergi ini, kami ingin menghadirkan program diklat yang benar-benar mampu meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga pendidik, khususnya di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor IAIN Kerinci Dr. Jafar Ahmad menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai kemitraan ini dapat menjadi ruang kolaborasi yang produktif dalam pengembangan pendidikan berbasis literasi, teknologi, dan penguatan kapasitas SDM.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan.
Dengan adanya MoU ini, kedua lembaga berharap dapat melahirkan berbagai program inovatif yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas pendidikan, sekaligus menciptakan tenaga pendidik yang adaptif, profesional, dan berdaya saing di era transformasi digital.(qhy)
