BBM Naik, Harga Material Bangunan di Kerinci Meroket
Di sejumlah lokasi, harga bahan material seperti pasir dan batu dilaporkan melonjak hingga mencapai 60 persen. Kenaikan ini tidak hanya membebani pelaku usaha konstruksi, tetapi juga masyarakat yang sedang membangun atau merenovasi rumah.
Seorang sopir dump truk yang ditemui di lapangan menyebutkan bahwa kenaikan harga material tidak bisa dihindari karena biaya operasional yang ikut meningkat, terutama akibat mahalnya BBM jenis solar.
“Biaya jalan sekarang jauh lebih tinggi karena harga solar naik. Otomatis ongkos angkut juga ikut naik, dan itu berpengaruh langsung ke harga jual pasir dan batu,” ujarnya, Sabtu (25/5/2026).
Menurutnya, kondisi ini juga mulai berdampak pada penurunan permintaan. Jika sebelumnya dalam sehari bisa melakukan beberapa kali pengangkutan, kini frekuensi tersebut menurun drastis.
“Sekarang paling satu atau dua kali angkut. Banyak pembeli yang menunda karena harga sudah terlalu tinggi,” tambahnya.
Situasi ini dikhawatirkan akan berdampak lebih luas jika tidak segera ditangani. Sektor pembangunan yang sangat bergantung pada kestabilan harga material berpotensi melambat, terutama untuk proyek-proyek skala kecil yang dibiayai secara mandiri oleh masyarakat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait, termasuk DPRD, dapat segera mengambil langkah konkret untuk menekan dampak kenaikan ini. Intervensi kebijakan dinilai penting agar harga material tetap terkendali dan aktivitas pembangunan tidak terhambat.
Jika tren kenaikan terus berlanjut, bukan tidak mungkin sektor konstruksi di daerah akan mengalami perlambatan signifikan, yang pada akhirnya turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi lokal.(qhy)
